Scoliosis? – My Story About Scoliosis

Menurut Wikipedia, Scoliosis (Skoliosisadalah kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang.

Saya berumur 15 tahun dan menderita skoliosis. Sekitar 2 tahun yang lalu (berarti saya masih 13 tahun), Eyang saya komentar karena ketika saya bediri dan berjalan, pundak saya miring. Saya kira itu hanya kebiasaan jalan saya yang aneh. Jadi ya saya woles aja, santai serasa ga kenapa-kenapa.

Lalu, sebelum yang lalu, orang tua saya mengajak saya ke RSU Fatmawati untuk mengecek keadaan pundak saya yang makin miring. Saya sih ikut-ikut aja. Setelah saya ke bagian ortopedi, ternyata dokter-nya bilang kalo saya menderita skoliosis dan meminta saya untuk bertemu dokter ortopedi bagian tulang belakang dan di-rotgen. Dalam hati saya ‘Oh? Palingan ga parah. Toh pundak gue ga miring-miring amat kok.’ Dan? Taraaa~ Ini hasil Rorgen-nya:

Ternyata sudah cukup parah..

Saya speechless. Kaget bukan main. Bahkan, saya ga berani nunjukin ke ortu hasil rotgen ini. Saya juga ga baca laporan hasil rotgen-nya karena saya ga liat. Akhirnya beberapa minggu kemudian saya ketemu dr. Lutfi di RS Pondok Indah. Dan ternyata, saya menderita Scoliosis S-curve, jadi ga begitu ketara kalo ga di rotgen. Bagian atas tulang belakang semiring 52 derajat dan bagian bawahnya semiring 49 derajat. Sebenernya, dokternya ngusulin dioperasi aja. Tapi karena: Pertama, saya takut, soalnya kalo dioperasi tulang belakangnya dikasih rods gitu; Kedua, takut harus bolos sekolah lama terus ga naik kelas; Ketiga, mahal banget, takut ngerepotin ortu😮, jadi saya lebih milih pake cara lain, yaitu: memakai brace.

Saya ngebayanginnya memakai brace itu ga jauh beda sama memakai korset. Dan setelah melewati beberapa tahap (pengukuran dan fitting), saya dateng lagi ke RSPI buat dirotgen saat memakai brace dan buat ketemu sama dokter lagi. Setelah saya dirotgen, ternyata derajat kemiringannya ga turun-turun bangetAtas sama bawah cuma turun sampe 30-an derajat. Dan berhubung dokternya baik, saya disuruh coba make dulu aja.

Bagi yang penasaran sama brace-nya, ini fotonya:

Brace dirancang sesuai sama model (?) scoliosis yang diderita.

Jadi, tulang rusuk sebelah kanan ditahan, tulang rusuk bagian kiri dipaksa ke sebelah kanan biar lurus. Pinggul atas sama bawah ditahan biar ga gerak. Dan brace ini harus dipakai selama 23 jam. Kan saya umurnya masih 15 tahun, jadi masih ada waktu 2 tahun sampe tulang saya berhenti tumbuh. Yang artinya, saya harus make brace ini 23 jam/hari selama 2 tahun (tidur juga harus make). Rekor terlama saya pakai brace sampai saat ini hanya 13 jam d-_-b 10 hours to go!

Dan, rasanya pas make brace ini mantap banget (y). Ngilu dibagian tulang belakang. Saran saya, kalo anda merasa pundak anda miring, segera cek ke dokter! Kalau anda positif scoliosis, harus cepat ambil tindakan. Karena kemiringan tulang belakang anda dapat bertambah dan ketika anda sudah berumur 40an bisa sakit.

Kalo make brace ga keliatan sama sekali kok dari luar. Jadi santai aja~ Dan memakai brace ini ada positif dan negatifnya. Negatifnya, pastinya ga nyaman; susah gerak; nafas ketahan; sakit; dll~. Positifnya: bisa kurus; believe me or not, bisa bikin tinggi (mungkin gara-gara tulang belakang yang tadinya melengkung jadi lurus); bisa bikin tegak; dll~

Oh iya, kalo anda menderita scoliosis, jangan pernah minder, atau takut ga dapat teman. Apalagi buat yang remaja..

Sekian dari saya, ini ceritaku, apa ceritamu? :]

Salam,

Phantom

4 thoughts on “Scoliosis? – My Story About Scoliosis

    • Kalau menurutku, sudah ga bisa karena usia pertumbuhan perempuan biasanya sudah berhenti di umur 18 tahun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s